Kamis, 20 Juni 2013

Tolong kunjungi Web ku

di pengajian2.webs.com
aku tunggu ya???? akan ada hasil rangkuman ceramah-ceramah yang menarik deh...

Minggu, 09 Juni 2013

Sebuah Cemooh : “Biarlah AIDS menyebar di Masyarakat Kita…”


Ketika Kapal Titanic berlayar, banyak yang beranggapan kalau mustahil kapal sebesar itu akan tenggelam. Namun, ketika mengetahui kuatnya konstruksi besi yang dipakai dapat dirobek oleh bongkahan es di tengah laut, mereka sadar kalau sangat berbahaya fenomena gunung es tersebut. Walaupun begitu, dalam dunia nyata, masih banyak orang yang mengetahui bahaya fenomena gunung es di masyarakat, akan tetapi tetap tidak memutar haluan untuk menghindarinya.
Seperti banyak dikenalkan dalam simposium, sosialisasi, rapat koordinasi, ceramah atau forum publik lainnya, bahwa gejala penyakit AIDS bagai fenomena gunung es di masyarakat. Di permukaan hanya tampak secuil, namun telah menyebar luas di masyarakat tanpa ada yang mengetahui.
Isyarat gejala yang sangat membahayakan peri kehidupan manusia di bumi, dan bangsa Indonesia khususnya, ternyata tidak lebih hanya dijadikan bahan wacana, fokus diskusi, tema sosialisasi, dan sedikit dijamah dalam topik ceramah. Sangat ironis dan memprihatinkan, apabila dibandingkan efek keresahan di ranah umum.
Mungkin berbeda dengan daerah lain (kalaupun ada pasti sangat kecil), di Kabupaten Mojokerto sangat minim aksi terhadap ancaman celaka penyakit AIDS. Seperti ulasan diatas, tidak lebih dari bahan wacana, fokus diskusi, tema sosialisasi, atau topik ceramah; yang apabila itu dalam suatu program, hanya sekedar memenuhi perencanaan anggaran tanpa mengedepankan aspek outcome (hasil positif) di masyarakat.
Secara nyata, terdapat lembaga khusus yang didapuk untuk konsentrasi menangani segala bentuk cakupan tentang penyakit AIDS. Lembaga ini bernama KPA (Komisi Penanggulangan AIDS). Lalu, bagaimana peran dan kiprah lembaga ini? Apakah sudah sesuai harapan? Dan bagaimana efek yang timbul di masyarakat khusus dan umum?
Sungguh kenyataan yang sangat naif. Lembaga yang sangat menentukan hajat hidup orang banyak ini seakan hanya digawangi oleh tiga orang saja. Pontang panting ketiga personel ini, ketika harus menggalang koordinasi antar pengurus yang tersebar di Instansi berbeda pada Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Bagaimana hasilnya kalau bukan hanya sekedar masukan, rencana, dan strategi, kesulitan dalam memberikan aksi nyata pada beberapa tahun terakhir.
Tidak lantas untuk terus dijadikan perasaan gundah, terdapat hasil yang fantastis, hanya digerakkan oleh tiga orang, dengan masalah kesulitan koordinasi dengan pengurus, namun telah mampu merekam berbagai bentuk informasi, rencana dan strategi yang dapat menjadi pondasi gerakan pembaruan di bidang penanganan penyakit AIDS. Ada harapan dari para personel KPA untuk dapat menata KPA kearah yang lebih baik.

Menjadi Pelajar yang Baik

Seorang Santri (Murid) harus memiliki tata laku yang mesti dikerjakan. Antara lain:
1. Rela mendengarkan apa yang diberikan guru
2. Rajin belajar sebagai refreshing pelajaran yang telah disampaikan
3. Kritis atas segala fenomena yang dihadapi.
janganlah sengaja mengacaukan forum belajar dengan gurauan, yang nantinya pasti berimbas pada hasil penyerapan ilmu hingga waktu yang tak dapat ditentukan.